Sekolah Rakyat Perkuat Disiplin Siswa Lewat Pendampingan Taruna Akmil
- Created Jun 27 2026
- / 70 Read
Pemerintah memperkuat pembinaan karakter siswa Sekolah Rakyat melalui kolaborasi Kementerian Sosial dan TNI dengan menyiapkan sekitar 1.000 taruna Akademi Militer untuk mendampingi masa pembiasaan hidup berasrama. Program ini dibahas di Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, pada Rabu, 24 Juni 2026, dalam pertemuan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan jajaran Akademi TNI. Skemanya, setiap Sekolah Rakyat akan didampingi sekitar lima taruna untuk membantu siswa dan guru membangun kebiasaan dasar seperti kerapian seragam, penataan kamar asrama, merapikan seprei, menyusun lemari pakaian, hingga menyemir sepatu.
Langkah ini penting karena Sekolah Rakyat bukan sekadar ruang belajar akademik, melainkan ekosistem pendidikan berasrama bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Anak-anak yang sebelumnya berada dalam kondisi sosial ekonomi terbatas membutuhkan masa transisi yang terarah agar mampu beradaptasi dengan pola hidup baru, mulai dari disiplin waktu, tanggung jawab pribadi, kebersihan lingkungan, hingga kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. Wamensos Agus Jabo menegaskan pembinaan tersebut dibutuhkan untuk membantu siswa berpindah dari “habitat lama” menuju kebiasaan baru di Sekolah Rakyat, serta dinilai sejalan dengan Inpres Nomor 8 Tahun 2025.
Program ini juga relevan dengan kebutuhan besar pendidikan nasional. Pada awal Juni 2026, Kemensos mencatat lebih dari 42 ribu calon siswa telah terdata dalam proses penjangkauan Sekolah Rakyat, melampaui kapasitas sekitar 32.640 siswa pada tahun ajaran 2026/2027. Jika digabung dengan tahun ajaran sebelumnya, jumlah siswa Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia sudah lebih dari 45 ribu anak. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan penjangkauan dilakukan berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN, terutama untuk anak dari keluarga desil 1 dan 2, sehingga program lebih tepat sasaran.
Kehadiran taruna Akmil dalam konteks ini sebaiknya dilihat sebagai dukungan pembentukan karakter, bukan pengganti peran guru. Guru tetap memegang fungsi pendidikan akademik, sedangkan taruna membantu membangun disiplin praktis yang dibutuhkan dalam kehidupan berasrama. Dengan durasi sekitar satu minggu pada awal Agustus 2026 dan menyasar 178 titik Sekolah Rakyat, kolaborasi ini dapat menjadi instrumen awal untuk membentuk siswa yang lebih mandiri, rapi, percaya diri, dan siap mengikuti proses belajar secara lebih tertib.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First
















